Kamis, 20 Juni 2013

Membongkar “ Ruang Penyiksaan” SMAN 1 Sidikalang


* Alumnus Harus Berikan Perhatian
Sidikalang-Dairi Pers : Sekolah favorit yang telah menelorkan banyak orang-orang besar di Indonesia juga sebagai orang- orang penting di Dairi ternyata kini tidak sebesar namanya lagi. Kini sekolah yang menjadi icon pendidikan Dairi itu hancur, dan nyaris tidak punya fasilitas. Beberapa ruangan belajar dinamai” ruang penyiksaan” .
Praktis belajar disekolah ini tidak nyaman lagi. Syukur siswa yang mendaftar ke sekolah ini adalah orang-orang pintar sehingga masih dapat menutupi kehancuran yang terjadi.
Pantauan Dairi Pers sabtu (8/6) di ruangan bawah yang diperuntukkan untuk siswa kelas XII kondisinya sangat memprihatinkan. Mobiler meja dan kursi siswa hancur . Mobiiler temakan usia dan berusia lanjut. Beberapa kursi siswa terpaksa ditempel dengan broti agar bisa digunakan sebagai tempat duduk.. Sedang diruangan lain terlihat kursi plastik untuk tempat duduk siswa.  Demikian juga plafon ruangan banyak yang sudah bolong. Sementara itu di beberapa ruangan lainnya kerap disebut “ruang penyiksaan” yang letak berada di sebelah timur kondisinya sangat memprihatikan , atap bocor sedang ruangan penuh mobiler hancur. Papan white board yang ada di beberapa ruangan telah terkelupas dan tidak dapat digunakan lagi untuk menerangkan mata pelajaran kepada siswa.
Sementara ruangan labolatorium bahasa , fisika dan kimia  kini sudah tidak ada lagi dan digantikan menjadi ruangan belajar mengajar. Di ruangan atas yang dahulunya ruangan lab kini dijadikan ruangan belajar namun kondisi lantainya pecah. Ruangan ini meski dibangun dengan keramik kini  berlantai tanah.  Keramik berserak dan pecah .Sedang satu ruangan lagi dekat dengan toilet wanita kondisinya sangat membahayakan karena ditemukan  sedikitnya 5 lobang menganga di dalam ruangan yang hanya ditutupi selembar papan. Lobang didalam kelas ini sangat membahayakan dan rawan untuk siswa yang tengah belajar. Siswa mengakui kalau mereka yang tengah belajar di rungan itu harus hati-hati karena sering kaki mereka terjebak masuk lobang menganga tersebut.
Sekolah paling favorit di kabupaten Dairi ini ternyata tidak sebesar namanyanya lagi. Sekolah yang telah menelorkan ribuan orang orang besar dari kampus ini kini tinggal hanya nama. Sejumlah nama besar local seperti wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Ketua DPRD Dairi Delphi M Ujung serta masih banyak pejabat di Dairi yang kini menjadi PNS adalah alumnus sekolah ini. Demikian juga sejumlah nama—nama besar di Jakarta dan pengacara  kondang lahir dari kampus ini. Namun kini kondisinya jauh berbeda.
Belum diketahui apakah sekolah terfavorit ini mendapatkan bantuan pemerintah atau tidak pernah mendapat bantuan sama sekali . Namun kondisinya persis sekolah swasta yang berada didesa terpencil.  Ironisnya sekolah ini paling dibanggakan dengan status RSBI yang konon bertaraf internasional sebelum diputuskan MK semua sekolah SMA tidak berhak lagi memakai RSBI.
Ketika hal ini dikonfrimasi kepada kepala SMAN 1 Sidikalang Sianturi mengatakan telah memberitahukan hal itu kepada dinas pendidikan Dairi. Dan pada tahun 2013 ini telah ditampung anggarannya . Hendaknya hal ini menjadi perhatian instansi terkait untuk sesegera mungkin membenahi sekolah yang menjadi mascot pendidikan Dairi itu. Ironis sekali ketika ribuan orang besar pernah bersekolah di kampus ini kini hanya tinggal nama besarnya saja. Kini sekolah dengan nama besar itu hanya sekedar cerita.
Perhatian pemerintah akan pendidikan sebagai pilar juga ternyata hanya tinggal cerita. Justru faktanya sekolah favorit saja kondisinya sangat memprihatinkan (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar