Selasa, 06 Oktober 2015

Simbol Pakpak Harus Diseragamkan

    Sidikalang - Dairi Pers : Dibalik susksesnya pesta Njuahnjuah Dairi tahun 2015 menyisakan sejumlah pertanyaan yang  intinya untuk memastikan simbol-simbol daerah. Sejumlah simbol dan kalimat yang telah umum dan diakui keberadaannya perlu seminar untuk dipastikan sehingga tidak mudah, dirubah atau dimodifikasi dari bentuk aslinya. Karena bagaimanapun Pakpak adalah bagian budaya nasional yang keberadaannya menjadi kekayaan indonesia.

    Sejumlah simbol yang harus dipastikan keberadaannya yakni kalimat “ Njuah Njuah” yang menjadi kalimat utama dan sapaan disetiap  acara di Dairi. Hingga kini masih terdapat perbedaan dalam penulisan . Disekitar gedung nasional Djauli Manik misalnya dalam pesta Njuah Njuah ada juga muncul kalimat dengan tulisan “Njuah juah”  (tanpa  huruf  “ n” dalam pengula-ngannya). Hal ini harus diseminarkan untuk memastikan kalimat yang resmi sehingga terlihat seragam.
    Demikian juga dengan simbol simbol daerah seperti halnya cicak yang selalu ada disetiap gedung budaya dan rumah adat. Di Gedung Djauli Manik misalnya cicak diukir dengan ekor lurus. Sedang disampingnya berdiri gedung baru dengan gambar cicak ekor melengkok ke kiri. Sedang di gerbang masuk kantor bupati gambar cicak ekornya melengkung ke kanan. 
    Demikian juga dengan ornamen kambing ( bedu : daerah) yang ada jelas terlihat  jika di gedung Djauli Manik jejeran hewan ini di nomor dua dari kanan maupun kiri terlihat ber-jenggot sedang ornamen yang sama di gedung yang baru tanpa jenggot. Sehingga perlu diseminarkan bagaimana ornamen sebenarnya sehingga pasti dan menjadi kebanggan daerah. Sejumlah simbol lain juga perlu diseminarkan untuk mendapat kepastian dan permanen.
    Ketua Lemabaga Kebudayaan Pakpak Raja Umar Ujung yang dikonfrimasi Dairi Pers menyebutkan memang diperlukan suatu seminar  guna menggali hal sebenarnnya akan simbol simbol daerah. Bukan sebatas simbol yang telah ada namun lebih dari itu juga harus digali kekayaan budaya lainnnya yangn mungkin hingga kini jarang diangkat bahkan tidak diketahui luas.
    Berkaitan dengan kalimat Njuah-Njuah disebutkan orang nomor satu di lembaga budaya ini memang perlu kepastian karena sudah menjadi sapaan resmi dalam setiap acara. “ Kalau dalam bentuk lisan memang tidak tampak. Maksud dan tujuannya jelas adalah ucapan selamat. Namun dalam tulisan diakui ada perbedaan di huruf.  Berkaitan hal demikian semua harus dilibatkan sehingga dapat dipastikan.  Ini simbol daerah dan sapaan resmi jadi perlu seminar. Kita akan konsultasi dengan pemerintah Dairi agar dapat memfasilitasi seminar untuk kesepakatan” sebutnya.
    Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata pemuda dan Olah Raga Dairi Drs. Leonardus Sihotang yang dikonfirmasi berkiatan dengan niatan seminar untuk kepastian berbagai simbol itu menyambut baik dan dikatakan perlu dipastikan. “ Kalau pemerintah siap-siap saja untuk hal demikian meski harus melalui prosedur anggaran dalam memfasilitasi.  Kita juga menilai hal tersebut juga penting. Jadi kembali kepada masyarakat saja. Kita siap mengusulkan “ sebutnya. (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar