Kamis, 20 Juni 2013

Jisler Lumbanbatu Kadis Paling Bermasalah Minggu Ini


·   Tong Sampah Cipta Karya Jadi Bahan Olokan
·   Kejaksaan Diminta Usut Pengelolaan Bedah Rumah
       Sidikalang-Dairi Pers : Tong sampah yang disebar dinas cipta karya dan tata ruang Dairi yang terbuat dari keranjang jeruk jadi bahan olokan warga Sidikalang. Hampir semua tertawa melihat tong sampah
yang terbuat dari keranjang jeruk itu berjejer di kota Sidikalang. Paling memalukan justru kota ini konon tengah dipersiapkan untuk meraih adipura. Kepala Dinas Cipta Karya Dairi Ir. Jisler Lumbanbatu bahkan enggan berkomentar atas model tong sampah yang dibuatnya.

       Pantauan Dairi Pers dari sejumlah warga Sidikalang justru tertawa dengan tong sampah yang dibagikan pemkab Dairi terbuat dari keranjang jeruk. Berbagai  komentar ejekan juga disampaikan warga semisal “ mungkin itu sisa keranjang jeruk dari kaban jahe dan di Sidikalang itu dianggap hebat”. Komentar lainnya “ Apakah tidak punya perencanaan  membuat tong sampah dari kenjang jeruk. Tidak semua sampah kering. Ketika cair sama saja tong sampah tak berguna.”
       Ada juga yang menyebutkan Dinas Cipta Karya Dairi semakian sulit difahami sejak di tangan Jisler lumbanbatu karena banyaknya kebijakan yang sulit diterima akal sehat.
       Paling Bermasalah
       Sementara itu oknum kepala dinas Cipta Karya Dairi Ir. Jisler Lumbanbatu dalam minggu pertama Juni merupakan kepala dinas yang paling bermsalah dan harus berhadapan dengan undangan DPRD Dairi. Anggota DPRD Dairi Saut Ujung  senin (10/6) kepada Dairi Pers menjelasakan kalau beberapa pekerjaan dinas cipta karya harus didengarkan alasannya atas berbagai masalah proyek seperti proyek PAM bakal-Sipoltong. Kita undang beliau karena fakta yang terjadi pipa ditanam harusnya 50 Cm justru yang dilakukan 40 CM. Maka ketika muncul proyek lainnya menjadi ketahuan kedalaman pipa. “ Kita berikan saran dari pada masalah nantinya  lebih baik cipta karya itu kembali mengorek dan menanam pipa sesuai kontrak. Satu meter biaya upah mengorek hanya Rp. 2.500 masa untuk urusan begitu juga tidak segera diatasi “ sebut Saut Ujung.
       Sementra itu Oknum kepala Dinas Cipta Karya Jisler Lumbanbatu juga harus berhadapan dengan undangan dengar pendapat bersama komisi C DPRD Dairi minggu ini sekaitan dengan proyek bedah rumah yang tengah bermasalah di Dairi. Oknum yang suka menjawab pertanyaan dengan berbelit-belit ini kerap “ disembur” dewan agar langsung menjawab ke inti masalah.
       Dalam pertemuan Komisi C DPRD Dairi yang dihadiri Martua Nahampun, Saut Ujung, Harry Napitupulu , Edward Munte langsung diminta ketegasannya soal sumber dana bedah rumah. Jisler sebelumnya berputar-putar soal kepastian sumber dana. Setelah suara dari anggota DPRD meninggi baru kepala dinas berkumis tebal ini ini menjawab jujur dari kementerian perumahan rakyat.
       Bahkan Edward munte mensinyalir kalau pengelolaan bedah rumah di Dairi banyak melanggar Juklak  aturan seperti penghunjukan toko  dan supplier. Bahkan dengan tegas Edward menyebut dugaan Dinas merangkap sebagai Calo.
       Kejaksaan
       Sementara itu masih misteriusnya petunjuk pelaksaan program bedah rumah di Dairi yang diduga dilakukan sekelompok orang dan hanya mengandalkan surat took  atau suplier pengadaan bahan agaknya harus menjadi “PR” kejaksaan negeri Sidikalang untuk membongkar pelaksanaan proyek bedah rumah di Dairi.
       Dugaan kuat oknum kepala dinas  Cipta Karya Dairi berhubungan dengan sekelompok orang yang bukan supplier, juga bukan took  untuk pengadaan bahan-bahan bangunan. Dan hal itu sangat rentan terhadap dugaan melanggar juklak proyek bedah rumah di Dairi. Untuk tahun 2012 jumlah bedah rumah 7000 an unit dengan dana Rp. 6 juta per unitnya. Milyaran rupiah dana untukl nedah rumah di Dairi harus  segera diusut aparat berwenang karena mncul dugaan kuat merupakan bagian dari praktek korupsi memberikan ruang bagi orang lain untuk menjadi kaya dengan melanggar aturan yang ada. (R.07)
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar