Rabu, 13 Juni 2012

Polres Dairi Otomatis Dapat Usut Dana Bansos Ke Luar Negeri


Pdt, Tobing Enggan Angkat Telepon
      Sidikalang- Dairi Pers wakil ketua DPRD Dairi Benpa H Nababan menyebutkan polres Dairi secara otomatis bisa langsung mengusut dana bansos yang digunakan pemuka agama kunjungan
ke Yerussalem . “ Sangat jelas karena bendahara BMAG saja tidak mengetahui pencairan dana dari pemkab Dairi namun langsung diurus oknum-oknum tertentu di BMAG. Bendahara BMAG tidak mengetahui pencairan dana bisa menjadi jalan masuk polisi untuk melidik kasus ini , sebut Benpa kepada Dairi Pers Kamis (7/6).
      Disebutkan sebagai wakil rakyat prihatin mendengarkan komplain umat katholik yang merasa dianaktirikan dalam program pemberangkatan para pemuka agama  ke yerussalem. Bagaimana pun juga umat Kahtolik itu adalah bagian dari Dairi yang patut dan wajar mengikuti perjalanan ke yerussalem . “ Beberapa kali kita baca di media kalau umat katolik merasa disepelekan dan itu sangat tidak baik dalam kerukunan dalam wadah BMAG. Harusnya BMAG berlakulah jujur  dengan mengakui kesalahan setidakanya memberikan klarifikasi agar masalah ini tidak berkepanjangan “ sebutnya.
      Untuk itu kami sebagai DPRD Dairi menyampaikan minta maaf kepada umat Katholik di Dairi sekalipun harusnya itu dilakukan BMAG. Namun hingga kini BMAG tidak merasa bersalah  hingga tidak mau mengklarifikasi tindakannya melupakan umat Katholik tidaklah menjadi salah jika dewan sebagai wakil rakyat menyampaikan permohonan maaf. “ Hal-hal  seperti inilah akhirnya bisa memicu keretakan. Namun sayang sekali BMAG tidak ada reaksi, kita sangat menyesalkan itu “ ujar  Benpa.
      Enggan
      Meski masalah ancaman perpecahan akibat lawatan sejumlah tokoh agama Dairi ke Yerussalem telah beberapa kali disampaikan umat katholik namun menurut  ketua pemuda Katholik Resoalon Lumbangaol BMAG sama sekali tidak mau klarifikasi atau menyampaikan permohonan maaf. Oleh karena itu Katholik dalam waktu tidak terlalu lama lagi  akan menarik keikutserataannya dari  BMAG. “ Untuk apa ikut dalam wadah itu kalau tetap saja katholik di sepelekan.,sebutnya.
      Salah seorang anggota BMAG Dairi Pdt Tobing yang disebut-sebut berperan memilih pihak yang berangkat ke yerussalem yang coba dihubungi Dairi Pers via HP rabu (7/6) enggan mengangkat teleponnya. Hingga kini komplain umat Katholik ini tidak juga direspon BMAG. Hingga kini pihak BMAG tidak satupun berani memberikan keterangan berkaitan dengan alsaan mengapa tidak mengikutsertakan umat terbesar nomor dua itu ke Yerussalem.
      Data lain menyebutkan kalau BMAGH sekarang dipimpin seoarang pendeta bermarga Sihotang .Namun dalam dalam prakteknya ketua BMAG ini jarang diberikan kekuasaaan dalam memutuskan jalannya wadah BMAG. Justru yang mendominasi seorang pendeta yang merasa denkat dengan Bupati Dairi. Celakanya ketua BMAG juga tunduk saja dengan oknum pendeta yang menyetir wadah ini.
      “ Sepertinya sudah  tidak ada lagi harapan untuk saling menghargai maka masukan dari kita pemuda katolik tegas meminta pastor untuk mundur dari wadah BMAG” sebut Resoalon. (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar