DAIRI PERS.... Membangun opini membangun...!

Logo Dairi Pers

Logo Dairi Pers

Kamis, 23 Mei 2013

Drs. Parlemen Sinaga, MM


Hingga Pensiun Semua Pintu Tertutup
       Sidikalang-Dairi Pers : E biet G Ade pernah membuat sebuah lagu “dari pintu kepintu” Syairnya dari pintu ke pintu kocaba tawarkan nama. Agar terhenti tangis anakku dan keluh ibunya. Tetapi tanpak nya semua mata memandang ku curiga.
Seperti hendak telanjangi aku dan kuliti jiwaku” . Lagu menceritakan betapa beratnya seorang narapidana. Semua pintu tertutup baginya.

       Parlemen Sinaga bukanlah narapidana hanya rival terkuat pilkada. Namun apa yang diterimanya usai kalah putaran kedua tidak jauh beda. Melalui ajudan bupati, melalui  wakil Bupati Irwansyah Pasi, SH sekda kala itu dijabat  Arsenius Marbun, maupun lewat Julius Gurning yang kala itu kepala BKD bermohon untuk bisa bertemu Bupati Johnny Sitohang  tidak pernah dilayani.  Hingga Parlemen Sinaga harus pensiun muda. Semua pintu yang dicobanya agaknya tertutup sudah.
       Parlemen Sinaga yang masih berstatus PNS di pemkab Dairi usai pilkada lalu secara birokrasi dan etiket wajib melapor kepada Bupati sebagai kepala daerah. Namun entah kenapa Bupati Johnny  Sitohang tidak melayani.  “ pak sekda Arsenius Marbun, kepala BKD dan wakil bupati semua baik-baik dan berupaya mempertemukanku dengan Bupati. Namun hingga kini tidak  kesampaian. Saya tidak berharap apapun hanya etiket dan wajar saya bertemu kepala daerah ketika saya masih berstatus PNS. Namun memang jawabannya harus banyak bersabar . Sekitar 8 kali saya mencoba menghadap dan saya harus kembali “ Sebutnya.
       Kepada pak wakil Bupati Irwansyah Pasi saya pernah dipesan agar ke rumah nya . saat itu ada acara open house dan saya datang. Memang saat itu rasanya semua mata memandang saya dan saya jadi asing di tengah-tengah orang –orang yang saya kenal.
       Sebenarnya semua bisa indah ketika kita semua menghargai demokrasi dan perbedaan . Namun memang kita semau harus banyak belajar  “ Kandidat yang kalah wajar diundang pada pelantikan bupati terpilih. Apalagi jika diberikan kesempatan mengucapkan selamat. Barang kali ini awal dari sebuah kebersamaan dan nyamannya suatu daerah . Dengan kebersamaan para kandidat yang menang dan yang kalah maka daerah akan maju dan nyaman untuk dihuni . Namun saya tidak diundang kala itu. Harusnya ini menjadi pelajaran berharga ke depan siapapun pemenang pilkada harus siap memberikan ruang pada yang kalah . Saling menghormati akan berdampak positif kepada rakyat” sebutnya.
       Belajar dari kepahitan yang saya alami justru membawa saya pada satu kesimpulan apapun besok suratan yang diberikan Tuhan andai saja diberi kesempatan  memimpin Dairi maka tidak akan pernah saya lakukan yang demikian. Rasanya tidak  patut dan kurang negarawan  siapapaun jika sudah menang lantas tidak menghargai perbedaan . Jika menerima perbedaan maka  itu awal dari bagusnya kehidupan rakyat dan kenyamanan selama menjabat. Hanya dengan cara itu siatusi bisa nyaman . Hanya dengan merangkul perbedaan rakyat bisa bangkit bersama untuk perubahan yang lebih baik. 
       Parlemen menceritakan  hal yang membuat dadanya sesak  yakni kala mutasi pertama pemerintahan. “ saya didatangi sabahat-sahabat usai  mutasi. Jika hanya saya yang korban saya tidak persoalkan. Namun karena saya  hingga  sahabat-sahabat saya juga jadi korban.  Saya tidak dapat berbuat apa-apa . Kadang saya berfikir apakah manusia tidak punya hak demokrasi? Jika saya yang menjadi korban  boleh saya terima . Namun ini semua menjadi  korban  asal dicurigai sahabat saya .
       Terus terang Pak RE Nainggolan kala itu masih menjabat sekda Propsu meminta saya  lebih baik pindah ke Pemrovsu saat mendegar keluh kesah saya. Namun apa yang terjadi  kepada para pendukung dan simpatisan saya khususnya di PNS rasanya saya tidak punya moral jika meninggalkan  Dairi. Maka saya putuskan tetap bertahan sepahit apapun  yang harus saya jalani. Mendengar dan mendapat laporan satu persatu sahabat dan pendukung saya  dipindahkan , turun jabatan dan berbagai macam rasanya sangat mengiris. 
       Memang  gejalanya sudah terasa pasca kekalahan saya pada putaran ke dua 9 desember. Waktu itu akan merayakan natal sudah terasa bakal menghadapi yang lebih berat. Dan semua itu terjadi. Atas semua yang menimpa sahabat-sahabat saya dan rasanya saya telah berdosa hingga banyak orang menjadi menderita karena saya. Maka saya usulkan pensiun muda . “saat itu saya langsung menghadap sekda Arsenius Marbun dan menyampaikan permohonan untuk dibantu agar secepatnya dipesiunkan. Memang pak sekda langsung menyatakan agar saya berpikir dulu dan saya sampaikan hal itu sudah saya pikirkan matang dan memang hanya tempo beberapa hari saja langsung saya direkomendasi dan saya antarkan ke pemprovsu.
Disitu kembali pak RE Naingolan bertanya kepada saya lebih baik bekerja di pemprovsu saja menunggu habis masa kerja. Namun saya sampaikan hanya dengan cara seperti inilah saya menunjukkan  pertanggung jawabkan saya atas penderitaan sahabat-sahabat. Saya tidak mau menjadi penghianat bagi orang –orang mencintaiku . Susah senang adalah bagian dari perjalanan hidup ,  sebutnya.
      Parlemen menyebutkan dengan pengalaman pahit itu banyak pelajaran berharga yang dipetik. Kekalahan itu juga menjadi perlajaran berharga bagi para pendukung . “ kita tidak tahu apa rencana Tuhan di depan namun apapun kepahitan yang dialami lebih baik kita ambil positifnya saja. Jika saja sekarang bupati berlaku bijaksana, dan lekukan terbaik dan banyak perubahan di Dairi saya pastikan saya juga tidak akan maju calon lagi karena sudah pasti tidak akan pernah menang melawannya. Kita harus melihat sisi positifnya justru dengan gaya pemerintahan sekarang menjadi kesempatan  bagi kandidat lain untuk bersaing “ ujar Parlemen.  Bagaimana hari-haris Parlemen dan pertemuannya dengan istri bupati dalam acara persemian PAUD di pegagan hilir akan dilansir minggu depan (R.07)

1 komentar:

  1. inilah saatnya pak, dairi membutuhkan seorang pemimpin yg bijaksana dan dapat mengayomi masyarakat seperti bung parlemen sinaga, lihatlah pembangunan di dairi stagnant, tak ada perubahan, jalan2 rusak berat, diperbaiki setelah mendekati pilkada yg menandakan pemimpin incumbent skrg cari muka kemasyarakat, kenapa tidak dari dulu diperbaiki toh anggaran APBD sudah tersedia, lihat asset wisata iman yg terlantar tidak terurus yg harusnya bisa jadi penghasil pendapatan daerah, Doa kami menyertai bung parlemen...skrglah saatnya dairi bangkit dari keterpurukan.

    BalasHapus