DAIRI PERS.... Membangun opini membangun...!

Logo Dairi Pers

Logo Dairi Pers

Selasa, 22 Januari 2013

Bentrok, Rumah Kepdes Sikerbo Dibakar


·     Polres Dianggap Gagal Antisipasi
Sidikalang-Dairi Pers : Usai Pesta mengaratahi yang diselenggarakan  marga Sagala di desa Sikerbo selasa (8/1) terjadi bentrok dua kubu marga yakni sagala dan Capah.
Satu orang menderita korban luka pada pelipis dan rumah kepala desa Sikerbo Wahyu Sagala di duga dibakar. Tidak ada korban jiwa namun kondisis masyarakat didesa itu sangat panik akibat bentrok tersebut.
Diduga masalah Tanah Ulayat Marga menjadi pemicu kemelut ini ,Dua kubu Marga terlibat bentrok fisik di Desa Lae Nuaha Kecamatan Si empat Nempu Sidikalang,Selasa(8/1) sekira jam 19.00wib.Akibat bentrok tersebut,Edis Ujung(60) warga Desa Si Kerbo mengalami luka robek di bagian pipi kanan dan dagunya terkena sabetan benda tajam,sementara di lokasi berbeda rumah milik Kepala Desa lae Nuaha ,Wahyu Sagala(36) hangus .

Pada malam kejadian sekira Pukul  20.00wib, ratusan massa dari salah satu kubu marga Sagala masih terlihat berjaga jaga di sekitar lokasi kejadian dengan menenteng berbagai macam senjata tajam maupun senjata tumpul kondisi ini membuat warga di desa si kerbo mencekam. Lalu lintas untuk desa itu juga praktis tutup meski desa itu merupakan jalan propinsi menuju tanah pinem.,Sementara dilokasi yang sama ,aparat keamanan dari Polres Dairi dan Kodim 0206 Dairi juga terlihat melakukan pengamanan di sepanjang jalan lintas dan pertengahan antara Desa Marga Capah dan Marga Sagala.yang langsung di Pimpin oleh Waka Polres Dairi Kompol Yafao Harefa dan Komandan Kodim 0206 Dairi Letkol Dody.
Waka Polres Dairi Kompol Yafao Harefa,saat di temui wartawan di sekitar lokasi kejadian bentrok mengatakan,bahwa fihaknya belum mengetahui apa sebab kedua belah fihak terlibat bentrok.Namun menurut keterangan Harefa yang di dapatkan dari beberapa saksi mata,mengatakan bentrok tersebut berawal dari Pesta Adat Marga Sagala di Desa Sikerbo.Sekira pukul 19.00wib usai melaksanakan pesta tersebut,terlihat beberapa pemuda melakukan penyerangan sehingga mengakibatkan Edis Ujung(60) terkena senjata Tajam dan mengalami luka robek di bagian wajahnya.
Pesta Adat tersebut diselengarakan oleh fihak marga Sagala dan di Hadiri oleh Marga Ujung sebagai Penengah dalam hal penyerahan Tanah Ulayat yang di klaim  setahu bagaimana terjadi keributan hingga bentrok meluas. tegas Harefa.
“Sebelumnya beberapa waktu lalu mereka (Capah dan Sagala -red) ini sudah pernah ribut juga masalah lahan Tanah Lokasi Gereja.Kita dari pihak keamanan juga turun ke lokasi waktu itu untuk pengamanan dan mendamaikan kedua belah pihak,tapi kelihatanya konflik masalah Tanah Ulayat ini menjadi berkepanjangan,” tambah wakapolres.
Terkait pembakaran rumah milik Kepala Desa Lae Naha Wahyu Sagala(36),Waka Polres Dairi Kompol Yafao Harefa belum dapat memastikan siapa pelaku pembakaran tersebut,namun pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
Untuk mengantisifasi bentrok lanjutan antara Marga Sagala dan Marga Capah yang kelihatanya masih memanas ,Waka Polres Dairi telah berkordinasi dengan Dandim 0206 Dairi dalam hal penambahan Pasukan pengamanan yang informasinya akan di turunkan dari Kompi yonif 125 Simbisa.
Sementara itu diperoleh keterangan usai bentrok tersebut lampu PLN padam untuk daerah itu mungkin karena terjadinya kebakaran. Kondisi itu juga membuat suasana makin mencekam. Warga setempat memilih berkurung di rumah.
Pasca Bentrok
Sejumlah elemen tokoh muda  seperti ketua IKPPI Ahmad Padang, ketua Pemuda Pancasila Selamat Ujung sekretaris PP Jhon Tony Dabutar, SH. Bendahara IKPPI Birman Ujung, Kami Maha serta sejumlah pemuda melakukan pendekatan dan berupaya memberikan pendekatan kepada pihak-pihak bertikai.
          Secara umum para kaum muda ini menyebutkan sagat menyesalkan tindakan bentrok itu . Mereka menghimbau pihak yang bertikai menahan diri sehingga tidak menimbulkan kerugian hingga korban jiwa.
Polres Dairi Lemah
          Sementara itu banyak komentar  yang justru menyalahkan polres Dairi yang gagal memberikan kenyamanan bagi rakyatnya. Padahal gejala akan ada bentrokan sudah terlihat sejak pagi tanggal 8 dimana dua kubu marga ini telah terlihat membawa banyak alat-alat tajam dan terkesan akan berperang. Namun demikian aparat berwajib ini gagal mengantisipasi bentrok hingga menjelang malam rumah kepala desa W Sagala menjadi korban di duga dibakar . Diperkirakan akibat inseden parang marga ini akan ada korban mutasi dari polres Dairi karena dianggap telah gagal mengantisipasi terjadinya kerusuhan (R.07)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar