Rabu, 07 November 2012

Kondisi DPRD Dairi Masih Belum Pulih


      Sidikalang-Dairi pers : Meski perseteruan dua kubu DPRD Dairi yakni kelompok 18 dan kelompok 11 telah berakhir seiring beresnya sidang LKPJ dan pembahasan ranperda APBD 2013 .
Namun sepertinya keadaan DPRD Dairi masih belum pulih benar . Kemesaraan anggota dewan yang berseteru juga terlihat masih kaku dan cenderung menjaga pembicaraan. Padahal pekan silam semua anggota dewan telah melakukan studi banding dengan nomenklatur peningkatan SDM ke bali . Sebenarnya momen ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan bersatu kembali.
      Pantauan Dairi pers dua pekan ini keberaadan DPRD Dairi terlihat landai . meski baru melakukan studi ke Bali namun masih terasa kesan perseteruan dua pendapat perihal sidang di dewan. Nama demokrat disebut-sebut sebagai awal melemahnya tim 18. Ada juga yang mempersalahkan oknum-oknum anggota dewan dari partai berkuasa itu yang begitu mudah melemah. Hal itu jualah yang memicu dewan yang lain akhirnya tunduk.  Disebutkan dari 18 anggota dewan yang memilih bertahan tidak mengikuti sidang  fraksi demokrat awalnya yang melemah dimana 4 dewannya merlemah dan menmgikuti sidang . Maka otomatis jumlah mereka tinggal 14 orang . Maka dengan komposisi itu mereka akan kalah. Dengan melemahnya demokrat maka anggota dewan lainnya  tidak bisa berbuat banyak.
      Sementara itu masih terlihat bagaimana para anggota dewan yang berseteru ini kaku kepada  kubulain  . Bahkan saat dikantin dewan masih terlihat saling menjaga bahasa dan gerakan tubuh.
      Sebagaimana berita sebelumnya anggota DPRD Dairi yang 30 orang pecah hingga membentuk dua kubu. Tim 18 menuntut sidang tidak sah sedang tim 11 bertahan dengan anggapan sidang sah. Perseteruan berlangsung sekitar sebulan dan tim 18 memilih tidak ikut bersidang. Kondisi DPRD Dairi kala itu mencekam dan berbagai agenda DPRD Dairi terbengkalai dan terancam gagal dibahas.
      Pendekatan dan lobing terus dilakukan agar tim 18 menghadiri sidang. Namun cukup sulit karena mereka telah sepakat tetap enggan bersidang selama tuntutan mereka tidak dipenuhi. Sementara itu tim 11 tetap melakukan sidang dan melanjutkan agenda pembahasan. Dalam sidang akhir penetapan LKPJ bupati yang menurut Tatib dewan wajib dihadiri minimal 2/3 anggota atau 20 orang hanya dihadiri 11 orang. Namun sidang tetap dilanjutkan dan bupati Dairi dan ketua Dewan menandatangani LKPJ itu.
      Kontroversi kembali muncul yang menyebut sidang itu tidak sah karena tidak quorum . namun tim lain menyebut sah-sah saja. Hingga pada puncaknya perseteruan itu dalam sidang akhir yang dihadiri dewan muncul  surat dari sekda propsu yang intinya sidang LKPJ Bupati harusnya sesuai Tatib. Ini berarti sidang yang dilakukan tidak sah. Namun serta merta muncul masalah konon katanya surat yang ditunjukkan anggota dewan Sonder Sembiring itu untuk bupati Dairi dan bukan untuk dewan.
      Entah apa yang terjadi setelah itu namun pada sore harinya sejumlah dewan berada di ruang kerja Bupati Dairi. Dan setelah dari ruangan itu semua jadi diam dan tidak ada gerakan lagi. Usai bertemu bupati Dairi itu entah apa yang terjadi di dalam selanjutnya dalam sidang penetapan ranperda para wakil rakyat ini telah memenuhi quorum.
      Di duga kuat kalau melemahnya tim 18 DPRD Dairi ini akibat fraksi demokrat yang memulai melemah dengan mengikuti sidang. Akhirnya sisa 14 orang lainnya ikut melamah. Entah apa yang terjadi dengan fraksi ini namun sekali lagi masyarakat Dairi dipertontonkan sebuah dagelkan politik lokal yang menjadi misterius akhir dari sebuah perseteruan. (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar