Kamis, 18 Desember 2014

Awas! Modus Penipuan Baru: ‘Polisi Minta Pulsa’



Jakarta-Dairi Pers :  Malang benar nasib Agus Budiyanto ia harus rela kehilangan uang Rp1,6 juta karena kena tipu melalui telepon seluler. Ia pun harus gigit jari karena uangnya kini ludes tak tersisa.

Awal mula kejadian yang menimpa karyawan salah satu bank ternama ini terjadi saat ia baru saja terjaga dari tidurnya pada Sabtu (29/11)
Mendadak ia menerima sebuah panggilan telepon dari nomor 081287769512 yang mengaku dari seorang temannya yang kena tilang di jalanan oleh polisi.
“Gue baru bangun tidur, tiba-tiba ada telepon gue kira teman gue katanya kena tilang di jalan,” ujarnya.
Mendapatkan panggilan telepon tersebut tanpa basa-basi dan tidak mandi Agus langsung beringsut dari tempat tidurnya untuk kemudian bergegas menuju ATM.
Pasalnya, di ujung telepon, orang yang mengaku temannya tersebut meminta tolong agar segera mentransfer sejumlah uang untuk membeli pulsa atas perintah polisi kalau tidak sang teman tersebut akan dipenjara.
Melalui ATM, Agus mengirim pulsa ke beberapa nomor lain senilai Rp1 juta. Selama perjalanan menuju ATM ia menurut saja diminta oleh pelaku agar tidak memutus komunikasi.
“Gue kaya kena hipnotis, gue kira itu teman gue, karena gue emang sudah janjian mau ketemuan,” ujarnya.
Tidak sampai disitu, usai mengirim pulsa ke beberapa nomor telepon lagi karena melalui percakapan dengan pelaku yang temannya sang komandan polisi yang menilang meminta jatah.
“Gue kirim Rp300 ribu pokoknya total sampai Rp1,6 juta,” katanya.
Usai mentransfer sejumlah uang tersebut, Agus pun mengirim pesan kepada temannya melalui Blackberry Messenger bahwa uang sudah dikirim ke rekening. “Teman gue bingung pulsa apaan,” ujarnya.
Merasa sudah kena tipu dan uangnya ludes, Agus pun kemudian melapor ke polisi di Polsek Kebayoran Baru. “Langsung gue lapor ke Polsek Taman Puring, “ ujarnya.(trb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar