Tigabaru-Dairi Pers : Aksi
pencurian ternak rakyat lembu dan kerbau marak terjadi di desa bukit tinggi,
Kec. Pegagan Hilir Dairi. Senin (12/5) 2
ekor lembu milik Pak Lamsion Girsang raib dari perladangannya . Bukan itu saja
abang kandungnya
juga terkena musibah satu ekor kerbau miliknya dari dalam
kandang dekat rumahnya juga raib diduga kuat di gondol maling.
Fenomena menarik justru
warga yang kehilangan hewan ternaknya enggan melaporkan hal itu ke pihak berwajib.
Pak Lamsion Girsang kepada Dsairi Pers menuturkan enggan melaporkan hal itu ke
aparat karena sudah sering terjadi peristiwa serupa meski dilaporkan tetap hewan
tersebut tidak berhasil ditemukan.
Diuraikan peristiwa naas
yang menimpa pagi saat pergi ke
perladangannya di juma lubang berjarak sekitar 1 km dasri kediamannya menemukan
kalau 2 ekor lembu miliknya sudah tidak
berada di tempat. Di daerah ini ternak lembu dan kerbau menjadi budaya
ditempatkan di perladangan tanpa penjagaan.
Meski telah melakukan
pencarian dan menayakan infromasi ke berbagai pihak namun lembu milik tidak
tahu rimbanya. Ternyata hari yang sama abang
kandung korban juga kehilangan satu ekor kerbau yang ditempatkan dalam kandang
samping rumahnya.
Diperkirakan aksi pencurian
kerbau dan lembu di daerah ini berlangsung malam hari dan sudah berlansung
hingga 3 tahun lebih Namun hingga kini sejumlah warga yang pernah kehilangan
hewan ternak itu tidak pernah menemukan kembali ternak lembunya.
Sementara itu beberapa
hari setelahnya diperoleh infromasi kalau salah satu lembu milik Pak Lamsion
ditemukan bergabung dengan lembu yang lain di dusun lain. Diduga kuat 1 ekor
lembu milik Pak Lamsion lepas saat
kawanan maling mengevakuasi lembu.
Sementara itu Pak Wira
Gultom warga desa Bukit tinggi juga melaporkan kalau satu ekor kerbau miliknya raib juga diduga kuat dicuri kawanan Maling . Hendaknya hal ini
menjadi perhatian aparat hokum dalam rangkla memberikan kenyamanan bagi warga
desa bukuit tinggi. Aksi pencurian ternak warga ini semakin marak dan hingga
kini pelakunya belum tertangkap. (P. Silalahi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar