Kamis, 22 Mei 2014

Meski Hibah , Tidak Asal Menerima Kapal



     Silalahi-Dairi Pers : sejumlah anggota DPRD Dairi menyempatkan meninjau kapal hibah yang diberikan kementrian kelautan ke pemkab Dairi di pantai silalahi pekan silam. “ Meski ini hibah namun pantasnya pemkab tidak asal terima namun memeriksa kelayakan karena ini
berkaitan dengan keselamatan pengguna”
     Demikian disampaikan anggota DPRD Dairi Martua Nahampuan Rabu (14/5) di Sidikalang. Disebutkannya sejumlah anggota DPRD Dairi yang meninjau kapal hibah tersebut yakni Pisser A Simamora, Togar Pasaribu, Edwart Munte, Martua Nahampun dan Dapotan Silalahi. Dari masukan yang didapat kalau kapal tersebut merapat ke pantai silalahi melalui Parapat. Sebelumnya kapal yang tidak terlalu besar itu berlayar dari Jakarta untuk sampai di belawan menunggu pengangkutan ke parapet.
     Namun masukan yang diterima dua mesin kapal yang berada di buritan salah satu tidak berfungsi. “ Meski baru tetapi satu mesin tidak berfungsi. Kaca yang berada di sisi kapal juga tidak ada karet pengikat hanya di lem. Beberapa lantai berkarat. Ini akan dioperasikan untuk masyarakat dan kondisinya di air.  Melihat resikonya harusnya pemkab tidak asal menerima barang meski itu hibah. Ini berkaitan dengan keselamatan penumpang” sebut Martua.
     Memang benar itu pemberian Cuma-Cuma namun pasti hal itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat. Belum lagi jika kelak bermasalah hukum. Tidak satu dua lagi proyek sedemikian akhirnya menjerat berbagai pihak seperti kasus Damkar ( pemadam kebakaran). Bukan tidak mungkin juga kelak kapal yang sedemikian ini jadi temuan dan menjadi masalah” tambahnya.
     Disisi lain dikatakan Martua Nahampun  sangat urgent pemkab Dairi memperhatikan kegunaannya kelak. Karena telah banyak contoh hibah , bantuan dan apapaun dari pemerintah pusat akhirnya tidak dapat difungsikan karena berbagai hal. Kita melihat PDR tidak berfungsi. Stadion Sidikalang tanpa pengelolan yang mapan. Cold storage semua menjadi seperti barang rongsokan. Hal itu tidak boleh terulang dan pemkab  harus konsen akan hal ini jika benar-benar bervisi rakyat
     Jangan nantinya malah kapal ini menjadi musibah bagi rakyat yang menggunakannya. Maka dari awal kita ingatkan agar jeli dan tidak asal menerima hibah. Namun harus jelas kwalitasnya hingga sesuai standart keselamatan”  pungkas Nahampun
     Togar Pasaribu juga menyampaiakn hasil investigasi mereka kepada yang mengantrakan kapal menyebutkan sejak dari Jakarta dari dua mesin 1 tidak berfungsi. Disamping itu disejumlah titik terlihat ada bekas karat. “ Model kapal juga sepertinya bentuk patroli. bukan seperti lazimnya kapal penumpang. Kita tidak mau esok lusa hal ini menjadi temuan. Kita sudah trauma dengan cerita Damkar. Hendaknya kapal ini tidak terulang lagi kasus serupa., sebut Togar (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar