Silalahi-Dairi Pers :
sejumlah anggota DPRD Dairi menyempatkan meninjau kapal hibah yang diberikan
kementrian kelautan ke pemkab Dairi di pantai silalahi pekan silam. “ Meski ini
hibah namun pantasnya pemkab tidak asal terima namun memeriksa kelayakan karena
ini
berkaitan dengan keselamatan pengguna”
Demikian disampaikan
anggota DPRD Dairi Martua Nahampuan Rabu (14/5) di Sidikalang. Disebutkannya
sejumlah anggota DPRD Dairi yang meninjau kapal hibah tersebut yakni Pisser A
Simamora, Togar Pasaribu, Edwart Munte, Martua Nahampun dan Dapotan Silalahi.
Dari masukan yang didapat kalau kapal tersebut merapat ke pantai silalahi
melalui Parapat. Sebelumnya kapal yang tidak terlalu besar itu berlayar dari Jakarta
untuk sampai di belawan menunggu pengangkutan ke parapet.
Namun masukan yang
diterima dua mesin kapal yang berada di buritan salah satu tidak berfungsi. “
Meski baru tetapi satu mesin tidak berfungsi. Kaca yang berada di sisi kapal
juga tidak ada karet pengikat hanya di lem. Beberapa lantai berkarat. Ini akan
dioperasikan untuk masyarakat dan kondisinya di air. Melihat resikonya harusnya pemkab tidak asal
menerima barang meski itu hibah. Ini berkaitan dengan keselamatan penumpang”
sebut Martua.
Memang benar itu
pemberian Cuma-Cuma namun pasti hal itu akan digunakan untuk kepentingan
rakyat. Belum lagi jika kelak bermasalah hukum. Tidak satu dua lagi proyek
sedemikian akhirnya menjerat berbagai pihak seperti kasus Damkar ( pemadam
kebakaran). Bukan tidak mungkin juga kelak kapal yang sedemikian ini jadi
temuan dan menjadi masalah” tambahnya.
Disisi lain dikatakan
Martua Nahampun sangat urgent pemkab
Dairi memperhatikan kegunaannya kelak. Karena telah banyak contoh hibah ,
bantuan dan apapaun dari pemerintah pusat akhirnya tidak dapat difungsikan
karena berbagai hal. Kita melihat PDR tidak berfungsi. Stadion Sidikalang tanpa
pengelolan yang mapan. Cold storage semua menjadi seperti barang rongsokan. Hal
itu tidak boleh terulang dan pemkab
harus konsen akan hal ini jika benar-benar bervisi rakyat
Jangan nantinya malah
kapal ini menjadi musibah bagi rakyat yang menggunakannya. Maka dari awal kita
ingatkan agar jeli dan tidak asal menerima hibah. Namun harus jelas kwalitasnya
hingga sesuai standart keselamatan”
pungkas Nahampun
Togar Pasaribu juga
menyampaiakn hasil investigasi mereka kepada yang mengantrakan kapal
menyebutkan sejak dari Jakarta dari dua mesin 1 tidak berfungsi. Disamping itu
disejumlah titik terlihat ada bekas karat. “ Model kapal juga sepertinya bentuk
patroli. bukan seperti lazimnya kapal penumpang. Kita tidak mau esok lusa hal
ini menjadi temuan. Kita sudah trauma dengan cerita Damkar. Hendaknya kapal ini
tidak terulang lagi kasus serupa., sebut Togar (R.07)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar